Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Denis Diderot : Pemikiran dan Kontroversi di balik Karya-karyanya

Denis Diderot adalah seorang Filsuf, Kritikus Seni, dan Penulis paling dikenal asal Perancis. Selain itu, Diderot juga dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus pemimpin redaksi yang merangkap Kontributor Encyclopedie bersama Jean le Rond D'Alembert.

Diderot lahir pada tanggal 5 Oktober 1713 dan menghembuskan nafas terakhir pada 31 Juli 1784. Dia adalah seorang tokoh terkemuka selama Zaman Pencerahan. Dalam karir pendidikannya, Diderot mulanya belajar filsafat di sebuah perguruan tinggi yang bernama (Jesuit), kemudian dirinya mempertimbangkan untuk bekerja menjadi pendeta gereja sebelum belajar hukum secara singkat.

Ketika Diderot memutuskan untuk menjadi penulis pada tahun 1734 dan kemudian masuk tahun 1751, Diderot menciptakan Encyclopedie bersama Jean le Rond D'Alembert, dimana ini merupakan ensiklopedia pertama yang memasukkan kontribusi dari banyak kontributor bernama, dan juga merupakan wadah yang pertama kali menggambarkan seni mekanik.

Nada pemikirannya yang tergolong sekuler ini dituliskan dengan mencakup artikel yang skeptis tentang mukjizat Alkitab, membuat marah otoritas agama dan pemerintah. Hingga pada tahun 1758 itu dilarang oleh Gereja Katolik dan pada tahun 1759 pemerintah Prancis juga melarangnya, meskipun larangan ini tidak ditegakkan secara ketat. Namun sayangnya banyak dari kontributor awal untuk Encyclopedie meninggalkan proyek tersebut karena kontroversi dan beberapa bahkan dipenjara.

Termasuk kawan semasa mendirikan Encyclopedie, Jean le Rond D'Alembert di tahun 1759, dan menjadikan Diderot sebagai editor tunggal, Diderot juga menjadi kontributor utama, menulis sekitar 7.000 artikel. Walaupun ditinggalkan seorang diri, Diderot juga terus mengerjakan proyek itu sampai tahun 1765. Hingga tiba dimana dia semakin putus asa tentang Encyclopedie dan pada akhir keterlibatannya di dalamnya dan merasa bahwa seluruh proyek mungkin sia-sia. Namun demikian hari proyek Encyclopedie dianggap sebagai salah satu pelopor dalam menumbuhkan semangat Revolusi di Prancis kala itu.

Nah kembali pada karya pribadinya, Diderot menuliskan karya orisinal pertamanya di tahun 1746 yang berjudul Pensees philosophiques atau Pemikiran Filosofis. Dalam buku ini, Diderot menganjurkan rekonsiliasi akal dengan perasaan untuk membangun harmoni. Menurut Diderot, tanpa perasaan ada efek merugikan pada kebajikan, dan tidak ada kemungkinan untuk menciptakan karya yang luhur. Namun, karena perasaan tanpa disiplin dapat merusak, maka diperlukan akal untuk mengendalikan perasaan.

Pada saat Diderot menulis buku ini, dia adalah seorang deis (orang yang percaya Tuhan ada, namun menolak wahyu atau campur tangan langsung Tuhan). Oleh karena itu, ada pembelaan terhadap deisme dalam buku ini, dan beberapa argumen menentang ateisme, termasuk juga memuat kritik-kritik terhadap agama Kristen.

Walaupun sempat dilarang namun buku ini tetap diterima. Pada bulan Juli 1746, Parlemen Paris mengutuk buku itu.

catatan dan memerintahkannya untuk dibakar di depan umum. Ini meningkatkan popularitas buku ini. Karena buku itu ditulis dengan sangat baik, dan karena Diderot memilih untuk tidak mengungkapkan dirinya sebagai penulisnya, maka dianggap oleh teman dan musuh Diderot bahwa karya tersebut adalah karya beberapa penulis mapan seperti Voltaire, La Mettrie, atau Condillac.

Dan jalan pemikiran Skeptis-nya terjadi pada tahun 1747. Dimana dirinya menulis The Skeptic's Walk, dalam bahasa Prancis (La Promenade du sceptique ), adalah sebuah buku karya Denis Diderot, selesai pada tahun 1747. diketahui lertama kali diterbitkan pada tahun 1830. Buku yang ditulisnya ini di bagi menjadi dua bagian yaitu yang pertama adalah kritik terhadap agama, dan yang kedua adalah debat filosofis darinya.

Terlebih buku tersebut dikatakan terlihat mengungkapkan perkembangan intelektual Diderot selama masa penulisannya, dan dianggap sebagai titik balik transisi Diderot dari penganut deisme menjadi ateisme. Sebab termuat dalam buku ini agenda mempertanyakan integritas Alkitab dan konsepsi Abraham tentang Tuhan. Bagian dari buku ini juga menyajikan cerita fiksi, berlatar belakang Pertempuran Fontenoy, yang melibatkan sekelompok kecil filsuf, termasuk memilih antara kesenangan duniawi dan moral yang lebih tinggi.

Buku ini diakhiri dengan narator cerita tentang pertemuan dengan seorang gadis pirang yang harus dihindari oleh seorang filsuf, yang kemudian meyakinkannya bahwa lebih baik merangkul kebahagiaan di bumi dari pada menunggunya di surga. Dan terkait debat filosofis dalam buku tersebut dikatakan menunjukkan penarikan dirinya Diderot yang berbeda dari Zaman Pencerahan dengan dirinya setelah menulis buku ini.

Terakhir buku tersebut ini menggambarkan sebagai sangat satir, dan sementara terutama mengkritik gereja-gereja Kristen, itu juga disebut "perlakuan yang paling tidak baik dari Yudaisme dan Yahudi kuno", karena undang-undang penistaan ​​agama pada saat itu. Satirnya dapat dilihat pada seorang deist, seorang ateis, dan seorang panteis berdialog tentang sifat ketuhanan. Deist memberikan argumen dari desain. Ateis mengatakan bahwa alam semesta lebih baik dijelaskan oleh fisika, kimia, materi, dan gerak. Panteis mengatakan bahwa kesatuan kosmis pikiran dan materi, yang kekal dan membentuk alam semesta, adalah Tuhan.

Karya ini baru dapat diterbitkan pada tahun 1830. Dimana sebelumnya polisi setempat yang diperingatkan oleh para pendeta akan serangan lain terhadap agama Kristen akan merampas manuskrip tersebut. Kemudian pihak berwenang memaksa Diderot untuk berjanji bahwa dia tidak akan menerbitkan karya ini. Selanjutnya, buku itu dilaporkan hilang dalam tahanan polisi, dan tetap tidak terdengar.

Sampai setelah kematian Diderot, akhirnya keberadaan buku tersebut terdengar kembali ketika dilelang oleh penjual buku Paris pada tahun 1800. Munculnya buku tersebut menyebabkan perselisihan hukum antara Putri Diderot dan Penjual buku mengenai kepemilikan yang sah.


Perselisihan yang terjadi itu menyebabkan buku itu disita polisi untuk kedua kalinya. Akan tetapi setelah melewati polemik yang bertubi-tubi akhirnya buku itu diterbitkan pada tahun 1830. Nah dapat dilihat bahwa seandainya buku itu diterbitkan saat dia masih hidup, kemungkinan besar Diderot akan dipenjara atau diasingkan dari Paris.

Sumber https://www.atomenulis.com/