Galileo Galilei : Penelitian dan Pembuktian Teori Heliosentris

Filsuf Galileo Galilei lahir di Kota Pisa, Italia pada 15 Februari 1564. dan seorang Astronom, Filsuf dan Fisikawan yang mempunyai peran penting dalam revolusi ilmiah. Selain itu Galileo dikenal sebagai Bapak Astronomi Observasional, dan Bapak Ilmu Fisika Modern. Galileo mengenyam pendidikan tinggi di University of Pisa, akan tetapi terhenti karena problem keuangan keluarganya. 

Namun Galileo malahan ditawari jabatan di kampus tersebut untuk mengajar Matematika dan kemudian Galileo pindah ke University of Padua untuk mengajar ilmu Mekanika, Astronomi dan Geometri sampai di tahun 1610. Hingga tepat di 1612 pindah bergabung dengan Academia dei lincei di Roma untuk mengamati bintik matahari atau titik spot.

Di zaman sekarang, hampir semua orang mengenalnya sebagai tokoh yang memiliki jasa dalam memunculkan sikap empiris ketika melakukan penelitian ilmiah. Dimana menurutnya penelitian harus dilakukan atas dasar pengalaman dengan melakukan berbagai percobaan langsung, maka dari itu dalam hikayat hidupnya ia menolak metode-metode penelitian yang berdasarkan otoritas gereja ataupun penilaian filsuf-filsuf sebelumnya ketika memecahkan berbagai persoalan ilmiah. 

Bahkan Galileo juga sangat menolak kesimpulan yang tidak didasarkan dengan fondasi eksperimen yang sesuai proses ilmiah. Dengan begitu dapat dilihat bahwa cara pandang Galileo terkait keilmuan yang ilmiah tidak berdasarkan pada hal yang mistis atau tidak masuk akal.

Temuan Galileo yang paling terkenal adalah di bidang astronomi, terutama dalam memecahkan hipotesis Copernicus, dimana disaat itu teori astronomi di abad ke-16 sedang bergejolak, setelah pengikut teori heliosentris Copernicus menentang teori Geosentris yang telah ada sebelumnya. Namun semenjak deklarasikan yang dilakukan oleh Copernicus mengenai kebenaran dari teorinya di tahun 1604 kala itu belum mempunyai bukti ilmiah untuk mengukuhkan teorinya.

Nah, Galileo kemudian adalah orang yang membuat sebuah teleskop di tahun 1609 yang untuk melakukan upaya pengamatan menghadap langit sehingga dari teleskop itu, Galileo bisa melihat gunung hingga kawah bulan, dan dengan teleskop itu juga Galileo dapat membuktikan teori heliosentris Copernicus.

Bukti dari penelitiannya, Galileo menemukan empat buah bulan yang mengelilingi Jupiter, dari situ Galileo mengeluarkan hipotesis bahwa benda angkasa dapat berputar mengelilingi sebuah planet selain bumi. Terlebih Hal ini dikemukakan karena Galileo melihat ada perubahan pada bintik hitam (black spot) pada matahari, satelit yang mengorbit Jupiter dan perubahan Fase Venus yang seperti rembulan. Dimana perubahan fase Venus itu ditunjukkan dengan venus yang dilihat semakin mengecil ketika mendekati bentuk bulat. sebab Venus berada dalam jarak terjauh dengan Bumi ketika Venus, Matahari dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Hal ini kemudian berbanding terbalik, Venus akan terlihat paling besar saat berbentuk sabit. Dengan demikian, perubahan fase Venus yang telah diteliti ini membuktikan bahwa Venus terletak didepan Bumi dan juga bersama Bumi mengelilingi matahari. Artinya bumi bukanlah pusat Tata Surya seperti dikatakan penganut teori Geosentris. Melainkan matahari yang menjadi pusat tata surya yang digunakan hingga sekarang.


Dan bagi yang ingin membaca dan mengetahui pembuktian teori heliosentris Copernicus oleh Galileo lebih lanjut, semuanya tertulis dalam bukunya yang berjudul Dialog Astronomi (1632).

Sumber https://www.atomenulis.com/
Galileo Galilei : Penelitian dan Pembuktian Teori Heliosentris Galileo Galilei : Penelitian dan Pembuktian Teori Heliosentris Reviewed by Admin on April 03, 2022 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.