Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Bentuk Kesopanan yang Harus Diketahui

Interaksi kehidupan yang bebas dan terjebak pada fakta-fakta kehidupan tidak terbantahkan yang membuat kita mengambil keputusan terbaik dalam setiap tingkah laku sebagai makhluk sosial. Dengan itu kiranya kita perlu menanamkan sikap baik dan belajar menyesuaikan perilaku melalui aturan moral dari setiap tapakan kaki di muka bumi ini demi terbentuknya harmonisasi dalam kehidupan dengan cara memahami kesopanan sebagai modal mengimbangi kebebasan yang diberikan Tuhan yang maha esa.

Kesopanan adalah tata-cara dibentuk adat istiadat, kebiasaan dalam tatanan masyarakat, kata Sopan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kelompok masyarakat tertentu sehingga kesopanan sekaligus menjadi persyaratan sebagai normatif berperilaku sosial, biasanya di sebut dengan kata lain adalah 'tata krama'. Atas dasar tersebut kesopanan dapat kita kategorikan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti di bawah ini :

1. Kesopanan Umum


Kesopanan dalam bentuk ini digambarkan sebagai sikap baik, ramah, mengandung nilai jiwa keluhuran yang terdapat dalam tingkah laku keseharian. Ketika seseorang ditempelkan kata sopan maka dalam dirinya tergambar pemahaman etika sebagai cara berprilaku baik dalam setiap tafsiran ilmu pengetahuan. Sepanjang prilaku sopan ini terjaga masyarakat akan memberi nilai secara mendadak maupun secara analisis berkepanjangan. Namun semuanya tetap berbekas dalam hati masyarakat dan sudah tentu keputusan dengan analisis yang terbilang begitu objektif.

2. Kesopanan kontekstual


Kesopanan bentuk ini biasanya berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat, tempat, situasi tertentu yang belum tentu berlaku pada masyarakat umum atau orang lain secara umum. Misalnya ketika seseorang bertemu teman karib. Boleh saja menggunakan suara besar dan kata yang kasar dan makan dengan gaya seenaknya dan berbunyi karena bagi teman karibnya telah menganggap itu lumrah, Namun tidak cocok dilakukan pada tamu yang pertama kali bertemu.

3. Kesopanan yang biasa di sebut Bipolar


Kesopanan bentuk ini memiliki keterkaitan dua kutub, seperti keterikatan anak dan orang tua atau kesopanan antara orang yang usia dan yang tua , antara tamu dan tuan rumah, murid dan guru terlebih senior dan junior.

4. Kesopanan dalam berpakaian dan tindakan


Kesopanan bentuk ini terlihat pada apa yang ditampilkan oleh seseorang secara materi, semisalnya berpakaian atau berbusana. Dan kesopanan bentuk ini biasanya ditentukan pada setiap daerah, wilayah atau kepercayaan agama bahkan adat. Maka dapat dikatakan bahwa kesopanan ini memiliki sifat heterogen karena tidak bisa di sama ratakan. Berkaitan dengan kesopanan dengan bentuk perbuatan dan tindakan, biasanya dilihat secara ekspresi atau cara bertutur kata (berbicara), sehingga dapat diukur. Dengan kata lain kesopanan ini dinilai berdasarkan apa yang dilakukan (aksi).

Nah demikianlah bentuk kesopanan yang sekiranya diketahui di era sekarang yang terkesan hilang akan nilai kesopanan karena banyak terlihat pada dunia kasat mata atau yang lebih dikenal dunia maya bahkan dunia nyata. Dimana banyak penyebaran berita asusila, seperti pemerkosaan, pemukulan, pencurian, saling melontarkan kata kasar hingga menghina orang yang begitu menggeliat dalam kehidupan kita belakangan ini.

Dengan kenyataan ini. Kita akan melihat bahwa miskomunikasi bukan hanya dalam bertutur kata dan sikap. Dimana tidak sedikit orang yang berselisih paham akibat dari lunturnya kesopanan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga terbawa dalam dialog media massa akhir-akhir ini. Indikasi lain dari perkara ini disebabkan karena sebagian besar hidup lebih kepada dunia maya ketimbang dunia nyata dan bahkan lebih menseriusi percakapan tanpa aura empati ini. 


Dari semua itu, maka yang harus dirubah bukan konsep sopan-santunnya namun manusianya yang tidak memahami bahwa sesungguhnya komunikasi terbaik adalah dengan bertatap wajah karena bisa menghadirkan empati sebagai sesama manusia.

Sumber https://www.atomenulis.com/