Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mendapatkan Ilmu Dalam Perspektif Filsafat Ilmu

Perjalanan sejarah filsafat tidak selalu lurus-lurus saja, akan tetapi terkadang berbelok kembali ke belakang. Sedangkan dalam perkembangan sejarah keilmuan selalu maju memperbaharui. Namun dalam sejarah pengetahuan manusia, filsafat dan ilmu selalu berjalan beriringan dan bahkan saling berkaitan, karena memiliki titik singgung dalam mencari kebenaran. 

Dimana tugas filsafat ialah menafsirkan fenomena semesta dan kebenaran berada di sepanjang pemikiran yang dikemukakan. Sedangkan ilmu sendiri bertugas melukiskan, dan kebenaran ilmu yang berada pada sepanjang pengalaman manusia.

Seperti yang diketahui bahwa tujuan berfilsafat menemukan kebenaran yang sebenarnya. dan apabila kebenaran yang sebenarnya itu disusun secara sistematis, maka disebut sistematika filsafat. Sistematika filsafat itu biasanya dibagi atas tiga cabang besar filsafat, yakni teori pengetahuan, teori hakikat dan teori nilai.

Seperti yang diketahui pula bahwa ilmu pengetahuan sebagai produk kegiatan berpikir ialah merupakan api obor peradaban, dimana manusia menemukan dirinya dan menjalani hidupnya lebih baik lagi, sebagaimana masalah-masalah dalam kehidupan manusia menjadi pendorong untuk berfikir, bertanya lalu mencari jawaban atas segala sesuatu yang ada, dan pada akhirnya manusia dikenal sebagai mahluk pencari kebenaran.

Pada dasarnya aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan yang dilandasi dengan tiga masalah-masalah pokok yang selalu menjadi pertanyaan besar seperti, Apakah yang ingin diketahui, Bagaimana cara memperoleh pengetahuan dan Apa yang dimaksud nilai pengetahuan tersebut. Kelihatannya pertanyaan tersebut sangat sederhana, namun mencakup permasalahan yang sangat asasi. 

Maka untuk menjawabnya diperlukan sistem berpikir secara radikal, sistematis dan universal sebagai kebenaran ilmu yang dibahas dalam filsafat keilmuan. Oleh sebab itu, ilmu tidak terlepas dari landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Dimana Ontologi adalah ilmu yang membahas apa yang ingin diketahui mengenai teori tentang 'Ada'. Sebab menurut istilah, ontologi adalah ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata dan bagaimana keadaan yang sebenarnya.

Epistemologi adalah ilmu yang membahas terkait bagaimana proses memperoleh pengetahuan, yang membahas tentang pengetahuan dan menurut istilah, epistemologi adal bidang yang membahas secara mendalam segenap proses penyusunan pengetahuan yang benar.

Dan Aksiologi menurut istilah adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang ditinjau dari sudut kefilsafatan. Dengan kata lain aksiologi membahas tentang nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh, dan pemanfaatan dari ilmu tersebut.

Nah, dengan membahas ketiga landasan teoretis ini, diharapkan manusia akan mengerti apa hakikat ilmu karena tanpa hakikat ilmu yang sebenarnya maka manusia tidak akan dapat menghargai ilmu sebagaimana mestinya. 


Dengan itu pula, tidak dapat dipungkiri bahwa posisi ilmu pengetahuan selalu berubah maju karena selalu memunculkan pertanyaan baru dan sekaligus melahirkan jawaban baru yang akan digunakan selama belum menemukan pertanyaan dan jawaban lainnya.

Sumber https://www.atomenulis.com/