Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Komunikasi Dengan Anak Dari Usia Dini

Anak adalah titipan Tuhan yang paling berharga, bahkan kata orang bijak, banyak anak banyak rezeki. Namun tidak setiap keluarga di anugerahi anak, ada yang baru beberapa bulan menikah Tuhan sudah berikan titipan dalam rahim perempuan, dan ada juga yang harus menunggu bertahun-tahun, baru bisa mendapatkan keturunan, bahkan ada yang tidak mendapatkan keturunan sama sekali.

Setiap anak tak meminta untuk dilahirkan di muka bumi ini, tapi kita orang tuanyalah yang meminta itu kepada Tuhan. Maka tugas kita sebagai orang tua memberikan yang terbaik bagi mereka.

Sebagai orang tua, terkadang kita merasa bingung bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak. Apalagi anak usia dini yang belum bisa bicara. Dia memahami apa yang kita katakan, namun kita tak memahami apa yang dia katakan, hal itulah yang terkadang menjadi kendala, bahkan membuat kita menjadi jengkel pada anak. Padahal anak belum bisa mengatakan keinginannya secara langsung, terkadang rengekanlah yang selalu menjadi "alat" komunikasi dari dia dengan orang tuanya, sehingga orang tua harus benar-benar jeli mendengar dan melihat apa kemauan dan apa yang di katakan oleh si anak.

Komunikasi yang baik juga akan mengarah pada hubungan yang hangat, kerja sama, dan perasaan berharga

Dani Kurnia Afandi, S.Pd.I, selaku aktivis dan pemerhati perkembangan anak kota Samarinda menjelaskan bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anak. Karena Komunikasi yang baik juga akan mengarah pada hubungan yang hangat, kerjasama, dan perasaan berharga, sementara komunikasi yang buruk atau tidak baik akan mengarah pada, Anak yang menolak orang dewasa, konflik, serta perasaan tidak berharga. Adapun cara berkomunikasi yang baik dengan anak adalah :

1. Mendengarkan dengan penuh perhatian


Saat anak berbicara, orang tua berusaha untuk selalu mendengarkan apa yang dibicarakannya meskipun kita sendiri belum paham maksud dari perkataannya. Menatap wajahnya, kemudian menanyakan kembali apa keinginan si anak bisa juga dengan gerakan tubuh. Dengan begini, anak akan merasa nyaman, merasa berharga dan tidak akan mengeluarkan suara rengekan tentunya.

2. Berkomunikasi dengan dukungan/ penerimaan

Orang tua selalu memberikan dukungan atas apa yang dilakukan oleh si anak, dan juga menerima apa yang telah dia lakukan. Karena ketika anak tahu bahwa kita menerima dia apa adanya, anak akan merasa nyaman, dan dia akan bergaul dengan baik, dan dia akan banyak bercerita tentang perasaan dan masalah-masalahnya.

3. Gunakan pernyataan "kamu" untuk merefleksi ide dan perasaan anak

Pernyataan kamu atau menyebut nama anak menggambarkan perasaan anak dan mendorongnya mengekspresikan perasaan-perasaan yang mengganggunya, maka perasaan- perasaan itu akan hilang. Menyembunyikan perasaan yang mengganggu akan merusak diri sendiri dan mengarah pada benci pada diri sendiri, serta hal-hal negatif lainnya.

4. Gunakan Pembuka "Pintu"

Yang di maksud dengan pembuka pintu adalah membuka percakapan, yang mendorong agar anak berbicara lebih banyak, berbagi semua ide dan perasaannya.

5. Berkomunikasi dengan Anak bukan pada Anak

Berbicara kepada anak merupakan percakapan satu arah. Jadi bagi orang tua seharusnya menghindari hal ini, lebih baik berbicaralah dengan anak, anggaplah anak adalah partner kerja , sehingga akan terjadi percakapan dua arah. Hal ini tentunya sangat berguna ketika anak tumbuh dewasa.

6. Buatlah permintaan kita menjadi sederhana

Ketika kita memerintahkan anak kecil, berusahalah untuk tidak menyuruhnya mengerjakan sesuatu secara bersamaan, tetapi satu persatu agar anak tidak merasa kebingungan.

7. Dapatkan perhatian anak sebelum berbicara kepadanya

Anak-anak hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal dalam satu waktu. Jadi bagi orang tua yang ingin berbicara pada anak, cobalah untuk memanggil namanya dan berikan dia waktu untuk memfokuskan perhatiannya pada kita sebelum kita berbicara.


8. Cobalah untuk tidak menginterupsi dan memarahi anak ketika mereka sedang menceritakan sesuatu

Cobalah untuk tidak memotong pembicaraan si anak atau memarahinya, ketika si anak sedang berbicara atau menceritakan sesuatu. Hal ini bisa membuat anak menjadi ketakutan dan merasa orang tuanya tidak bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan perasaannya.

9. Hanya gunakan kata positif

Gunakanlah kata-kata yang baik untuk memberi semangat dan membentuk anak, karena kata-kata yang baik akan membuat anak lebih percaya diri dan membantu anak untuk tingkah lakunya menjadi baik, ada yang bilang jika “ucapan adalah doa” maka wajib bagi kita untuk memberikan doa yang baik untuk anak kita.

10.
Komunikasi yang baik membantu anak untuk mengembangkan kepercayaan dirinya dan hubungan-hubungan yang baik dengan orang lain.


11. Komunikasi yang baik membuat hidup bersama anak-anak lebih indah dan membantu mereka tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang memiliki perasaan yang baik atas dirinya sendiri dan orang lain.

Sumber https://www.atomenulis.com/

Posting Komentar untuk "Membangun Komunikasi Dengan Anak Dari Usia Dini"