Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menelaah Teori Semiotika Menurut Charles S. Peirce

Charles S. Peirce adalah Filsuf Prancis, dan seorang Semiotika, Matematikawan dan Ahli Logika asal Amerika. Peirce merupakan Putra dari Benjamin Peirce, seorang ahli matematika terkenal Havard yang menghabiskan waktu dan tenaga nya untuk memberikan pendidikan unggul ( excellent education ) kepada putranya. Sekalipun Charles Pierce jarang bergaul dalam lingkungan akademik dan hidup dalam keadaan miskin, tetapi ia berhasil lulus dari Lawrence Scientific School dengan predikat summa cum laude.

Nah dari sebagian besar minat Charles S. Peirce pada ilmu pengetahuan dan beberapa keahliannya dalam perjalanan intelektualnya, diantaranya ialah pemikiran atau teori yang dikemukakan dirinya dalam bidang Semiotika.

Semiotika sendiri adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu tanda, penggunaan tanda dan bagaimana cara tanda itu bekerja. Tanda-tanda adalah segala sesuatu yang kita gunakan dalam upaya mencari jalan di dunia ini. Posisi semiotika dalam ilmu komunikasi merupakan hal utama yang menjelaskan berbagai faktor lainnya. Ketika menggunakan logo, semiotika mempelajari fungsi tanda gambar yaitu bagaimana memahami sistem tanda yang ada di dalam logo yang membantu khalayak agar dapat menangkap sebuah pesan yang terkandung di dalam Sumber, Sardila 2016 ).

Nah, Menurut Charles Sander Peirce, Teori Semiotika pada umumnya didasarkan pada logika, karena logika mempelajari bagaimana orang bernalar, sedangkan penalaran menurut Peirce dilakukan melalui tanda-tanda. Tanda-tanda ini menurut Peirce memungkinkan kita berpikir, berhubungan dengan orang lain dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta.

Peirce menaruh perhatian lebih pada tanda linguistik yang menurutnya sangat penting, karena baginya setiap tanda secara umum berlaku juga pada tanda linguistik, tapi belum tentu tanda linguistik berlaku pula untuk tanda lainya. Maka menurut Peirce tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Dengan begitu secara umum Peirce justru mengemukakan bahwa teorinya ini berlaku secara umum.

Oleh karenanya tanda linguistik ini dalam teori Peirce suatu hal yang penting namun bukan berarti satu-satunya yang terpenting. Berbagai tanda yang terujat dengan objek-objeknya menjadi suatu bahasan yang umum sebagaimana ingin diungkapkan Peirce dalam teorinya ini. Bahwa berbagai tanda-tanda yang diciptakan manusia dalam rangka untuk berkomunikasi merupakan representasi atas bahasa linguistik atau tanda linguistik yang berlaku secara umum.

Terlebih peirce menyatakan bahwa semiotika yang berobjekkan tanda dan menganalisisnya menjadi ide, objek dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang sedangkan makna adalah beban yang terdapat dalam dalam lambang yang mengacu pada objek tertentu dan jenis penelitian perpustakaan (library research). Klasifikasi Tanda Menurut Peirce

(Simbol berdasarkan Ground) Yaitu yang berkaitan dengan sesuatu yang membuat suatu tanda dapat berfungsi. Dalam hal ini Peirce mengklasifikasikan Ground kedalam tiga hal yakni :

1. Qualisign

Qualisign yaitu kualitas dari suatu tanda. Misalnya kualitas kata-kata yang digunakan dalam menyertai tanda tersebut seperti kata-kata yang keras, kasar ataupun lembut. Tak hanya kata-kata yang menetukan kuwalitas dari pada suatu tanda, dapat pula berupa warna yang digunakan bahkan gambar yang menyertainya.

2. Sinsign

Sinsign adalah eksistensi dan aktualitas atas suatu benda atau peristiwa terhadap suatu tanda. Misalkan kata banjir dalam kalimat “terjadi bencana banjir” adalah suatu peristiwa yang menerangkan bahwa banjir diakibatkan oleh adanya hujan.

3. Lesigsign


Lesigsign adalah norma yang terkandung dalam suatu tanda. Hal ini berkaitan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalkan tanda dilarang merokok menunjukkan bahwa kita dilarang merokok pada lingkungan dimana tanda itu berada. Yang lebih umum lagi tentu saja adalah rambu lalu lintas, yang menunjukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh kita lakukan saat berkendara. ( Hal ini berguna untuk Teori Konstruksi Sosial ).

(Ikon berdasarkan Objeknya)

Ikon adalah tanda yang menyerupai bentuk objek aslinya. Dapat diartikan pula sebagai hubungan atara tanda dan objek yang bersifat kemiripan. Bahwa maksud dari ikon adalah memberikan pesan akan bentuk aslinya. Contoh yang paling sederhana dan banyak kita jumpai namun tidak kita sadari adalah peta.

Indeks adalah tanda yang berkaitan dengan hal yang bersifat kausal, atau sebab akibat. Dalam hal ini tanda memiliki hubungan dengan objeknya secara sebab akibat. Tanda tersebut berarti akibat dari suatu pesan. Contoh yang umum misalkan asap sebagai tanda dari api.

 Matematikawan dan Ahli Logika asal Amerika Menelaah Teori Semiotika Menurut Charles S. Peirce

Dengan demikian simbol adalah tanda yang berkaitan dengan penandanya dan juga petandanya. Bahwa sesuatu yang disimbolkan melalui tanda yang disepakati oleh para penandanya sebagai acuan umum. Misalnya contoh pemakaian simbol secara umum ialah fungsi lampu merah yang berarti berhenti, karena semua orang tahu dan sepakat bahwa lampu merah menandakan untuk berhenti.

Sumber https://www.atomenulis.com/