Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pandangan Leninisme terhadap Sistem Demokrasi

Seperti yang diketahui bahwa sebagian besar pemikiran Lenin berangkat dasar-dasar pemikiran Marx yang membicarakan berbagai persoalan pemberdayaan sumber daya dalam suatu negara termasuk sistem pemerintahan di dalamnya. Maka hal itu juga tentu diikuti oleh seorang Lenin yang turut berpendapat mengenai sistem demokrasi yang menjadi pilar dari sebagian besar negara kapitalisme.

Sebagaimana doktrin-doktrin paham Komunisme yang dikembangkan oleh dirinya, dan sebagai pemimpin Partai Komunis Soviet dan seorang Kepala Pemerintahan Uni Soviet, Lenin memiliki pandangan terkait demokrasi liberal yang dianut sebagian besar negara di dunia. Di bawah ini adalah pandangannya.

Sebelum itu, mari kita lihat apakah yang dimaksud dengan Demokrasi Liberal, Demokrasi Liberal diketahui sebagai suatu Sistem Politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dan biasanya dalam penerapan demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas diberlakukan pada beberapa lembaga-lembaga kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan aturan sehingga keputusan pemerintah, kebijakan-kebijakan tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti yang tercantum dalam konstitusi.

Berkaitan dengan prespektif Lenin terkait demokrasi liberalisme, Lenin percaya bahwa sistem demokrasi perwakilan dalam negara-negara kapitalis sesungguhnya menunjukkan siasat kaum Borjuis yang bersifat ilusi demokrasi karena sembari mempertahankan kediktatoran kaum Borjuis. Dimana instrumen kekuasaan seperti hukum, ekonomi dan politik terkonsentrasi hanya pada lingkungan segelintir kelompok Borjuis. 

Alih-alih menunjukkan keberpihakan kepada kesejahteraan proletar, sistem ini hanya akan memproduksi model politik massa mengambang kemudian menciptakan kaum oligarki dan teknokrat politik yang tidak berbaur serta menjawab tuntutan dibalik penderitaan rakyat.

Pandangan di atas ini, sebagaimana Lenin membicarakan terkait sistem demokrasi perwakilan dinegara adidaya Amerika Serikat, yang merujuk pada duel spektakuler dan tidak bermakna antara dua partai borjuis ( Partai Demokrat dan Partai Republik), yang dari kedua partai tersebut dipimpin oleh orang atau kelompok multijutawan yang cerdik untuk mengeksploitasi proletariat didalam negara Amerika Serikat itu sendiri.

Lebih-lebihnya Lenin juga menantang eksistensi konsep liberalisme, karena gerakan liberalisasi memperlihatkan antipati umum terhadap kebebasan sebagai nilai, dengan itu Lenini percaya bahwa kebebasan liberalisme merupakan penipuan karena tidak membebaskan buru dari gerakan-gerakan eksploitasi kapitalis.

Dalam kenyataan demokrasi di atas, Lenin menyatakan bahwa, Pemerintah Soviet yang dipimpinnya jutaan kali lebih demokratis daripada republik Borjuis yang paling demokratis, sebab yang terlahir hanyalah demokrasi untuk orang kaya (kapitalis). Bahkan Lenin lebih percaya dan menganggap Kediktatoran Proletariat sebagai langkah demokratis karena mendahulukan kepentingan masyarakat.

Seperti yang diketahui bahwa sebagian besar pemikiran Lenin berangkat dasar Pandangan Leninisme terhadap Sistem Demokrasi

Demikianlah penjelasan dan pendapat Lenin terkait demokrasi liberal yang dinilainya sebagai bentuk dari eksploitasi kepentingan Borjuis.

Sumber https://www.atomenulis.com/