Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemikiran Oswald Spengler Dalam Bukunya Kemunduran Dunia Barat

Oswald Spengler adalah Filsuf Jerman yang lahir pada tanggal 29 Mei 1880, Blakenburg atau Brunswick sekarang namanya. Tepat pada tahun 1901 Spengler mulai mengikuti studi di beberapa perguruan tinggi seperti di University of Munich, University of Berlian dan Halle University, dengan mengambil beberapa fokus studi seperti, sejarah, filsafat, ilmu alam, matematika, sastra klasik, seni dan musik.

Tahun 1908, Spengler mulai mengajar di University of Hamburg dengan memberikan kuliah tentang ilmu pengetahuan mengenai Sejarah Jerman dan Matematika sampai tahun 1911. Pemikiran Spengler yang banyak dikonsumsi ialah tentang Filsafat Sejarah yang terdapat dalam buku berjudul, Der Untergang des Abendlandes atau Kemunduran Dunia Barat, yang jilid pertama di terbitkan pada 1914 dan jilid kedua terbit tahun 1922. Dan karya Spengler ini diketahui menginspirasi banyak orang serta cendikiawan-cendikiawan Eropa sampai Amerika di kemudian hari.

Nah, dalam buku Kemunduran Dunia Barat, Spengler menjelaskan gagasannya tentang filsafat sejarah dan latar belakang situasi sejarah secara linier yang mulai dari sejarah kuno, abad pertengahan dan abad modern, atau menetapkan siklus menjadi dan berlalu. Dan dengan latar belakang ini, Spengler menganalisis semua budaya besar dan menguraikan rencana sejarah dunia, yang sekaligus memungkinkan untuk dapat memprediksi masa depan.

Berangkat dari teori gerak sejarah yang ditentukan hukum alam dengan mengatakan bahwa, setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan. Maksudnya, gerak sejarah tidak bertujuan kecuali melahirkan, membesarkan, mengembangkan dan meruntuhkan kebudayaan. Sebab menurutnya kehidupan sebuah kebudayaan dalam segala hal sama dengan kehidupan tumbuhan, hewan, manusia dan termasuk alam semesta yang memiliki sama siklusnya.

Dan dalam bukunya itu, Spengler membedakan antara budaya tinggi dan budaya barat kuno, baginya ada Will to Power yang melekat pada setiap budaya, yang kemudian mendorong mereka untuk mewujudkan ide inti itu dan ide inti itu adalah simbol primordial, dimana budaya barat adalah ruang yang tak terbatas. dan baginya semangat budaya tidak dapat di pindah tangan ke budaya lain.

Spengler percaya Dunia Barat telah melewati tahap kreatif budaya kreatif ke budaya refleksi dengan kenyamanan material yang di terminologikan sebagai peradaban, maka masa depan dalam terminologi Spengler hanya tersisa menjadi periode kemunduran yang tidak akan dapat diubah dan tidak ada pula proyeksi maupun prospek mengembalikan proses sebelumnya. sebab peradaban berkembang kemudian membusuk seperti organisme alami, maka peremajaan kembali dalam satu kasus tidaklah mungkin terjadi seperti kasus lainnya.

Spengler juga mengatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perang, dan menurutnya dasar dari terjadinya perang karena ide dunia barat, yang diistilahkan politik, padahal di dalamnya mengandung arti Ekspansi, berperang, keluar untuk menaklukkan atau keluar untuk ditaklukkan. Oleh sebab itu, Spengler membedakan antara budaya di sisi lain dan di sisi lain peradaban. Namun disisi peradaban ia menganggap sebagai indikator pembusukan.

Terlebih dalam bukunya itu, Spengler memakai pendekatan spekulatif dan kecerdasan wawasan ketimbang metode ketika membicarakan sejarah, dan mengatakan bahwa pada eranya, peradaban Barat sementara mengalami penyusutan (kemunduran). dan atas dasar itu, Spengler menyimpulkan bahwa akan ada perjuangan manusia di seluruh dunia yang diawali dengan mempelajari tujuan sejarah yang tidak lain agar dapat mengetahui suatu kebudayaan kemudian di diagnosa seperti yang dilakukan dokter, kemudian menentukan penyakit yang diderita dan mengobatinya. 


Hingga akhirnya kebudayaan itu akan dapat menentukan sikap hidupnya.

Sumber https://www.atomenulis.com/