Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Mahasiswa Akademis dan Mahasiswa Aktivis

Mahasiswa adalah kata yang merujuk kepada kelompok orang yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi atau yang belajar di jenjang pendidikan tertinggi di Indonesia, semisalnya kampus atau universitas, sekolah tinggi dan lainnya.

Terlebih ketika menjadi mahasiswa maka tingkah laku maupun mindset seorang mahasiswa dituntut menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma, dan dianjurkan untuk lebih mengedepankan pembaharuan daripada hanya sekedar mengikuti rutinitas baku perkuliahannya, dengan kata lain seorang mahasiswa harus berani berubah lebih dewasa secara tingkah laku dan berpikiran visioner, dengan begitu mahasiswa akan menjadi pembeda dari jenjang pendidikan dibawanya. Sebab mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat sebagai agen perubahan.

Nah, Dalam menjalani kehidupan perkuliahannya, mahasiswa sendiri memiliki ruang lingkup yang cukup unik dan menarik, sehingga dari latar belakang kehidupan kampus yang berbeda dari wilayah umum itulah yang membentuk karakteristik yang berbeda-beda dari masing-masing mahasiswa yang akan selalu tercermin dalam aktivitas sehari-hari di dalam wilayah perkuliahan.

Dan perbedaan yang paling menonjol adalah karakter antara kelompok mahasiswa akademisi dan kelompok mahasiswa aktivis. Kelompok mahasiswa akademisi ini terkenal sangat mengedepankan pencapaian nilai di setiap materi perkuliahannya dan kelompok mahasiswa aktivis ini lebih identik dengan aktivitas kampus namun juga beraktivitas di dalam organisasi internal kampus maupun organisasi eksternal kampus.

Selebihnya, kelompok mahasiswa akademisi dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang hanya berkegiatan di kampus dan hanya sebatas normalnya aktivitas mahasiswa pada umumnya seperti, kuliah, belajar, mengerjakan tugas, membuat laporan, praktikum dan presentasi dan pulang ke rumah, itu saja. Dengan begitu, aktivitas mahasiswa seperti inilah yang disebut mahasiswa akademisi karena hanya disibukkan dengan kegiatan akademik kampus saja, terlebih sibuk demi percepatan mengejar karir selanjutnya dengan mencanangkan perolehan SKS saja yang tinggi.

Kelompok jenis ini dalam pandangan sebagian besar orang dianggap sebagai kelompok individualis yang mementingkan kepentingan pribadi. Namun ini tidak salah dan tidak berdosa karena ini persoalan pilihan masing-masing.

Dan berkaitan dengan kelompok mahasiswa aktivis, kelompok ini juga merupakan mahasiswa yang biasanya mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, membuat laporan, praktikum, dan lain sebagainya. Tetapi, di luar dari kegiatan akademik mereka, kelompok mahasiswa aktivis ini memiliki aktivitas yang mencoba menembus batas jendela-jendela kelas dan pagar-pagar kampus demi menemukan dimensi lebih luas, salah satunya ialah bergabung dengan lembaga, organisasi dan komunitas yang aktif melihat problem yang terjadi pada realitas. Artinya mereka memiliki idealisme yang selalu dijunjung tinggi.

Mahasiswa kelompok ini juga identik dengan namanya kajian, pergerakan dan memperjuangkan hal-hal yang menurut mereka benar, dan menindaklanjuti hal-hal yang tidak pro rakyat serta mengkritisi hal yang tidak sesuai dengan idealisme mereka. Bahkan kelompok mahasiswa ini berani mengambil risiko untuk mengorbankan waktu, kuliah, pikiran, fisik, harta dan kadang mengorbankan nyawanya demi sesuatu yang menurut mereka harus ditegakkan.

Dari keteguhan inilah yang menjadikan kelompok ini terlihat istimewa dan luar biasa pada sebagian pandangan orang-orang karena berani mengembangkan diri mereka sekaligus juga belajar untuk menjadi mahasiswa yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan belajar untuk peduli, mengabdi, berkontribusi dan berpartisipasi serta tidak lupa untuk menyelesaikan gelar sarjananya.


Demikianlah penjelasan singkat tentang perbedaan antara mahasiswa akademisi dan mahasiswa aktivis.

Sumber https://www.atomenulis.com/