Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Upaya Mengenali Franz Rosenthal Beserta Karya dan Kontribusinya

Franz Rosenthal adalah seorang Profesor bahasa Semit di University of Yale dari tahun 1956 sampai 1967, dan juga menjabat gelar Professor di Emeritus of Arabic, Sarjana Sastra Arab dan Islam di Yale dari tahun 1967 - 1985.

Rosenthal sendiri lahir di Berlin, Jerman dalam keluarga Yahudi, pada tanggal 31 Agustus 1914, dan merupakan putera kedua dari seorang ayah yang bernama Kurt W. Rosenthal, yang berprofesi sebagai seorang pedagang tepung, dan ibu yang bernama Elsa Rosenthal. Rosenthal pertama kali masuk pendidikan perguruan tinggi di Universitas Berlin pada tahun 1932, dimana dirinya mempelajari Bahasa dan Peradaban Klasik dan Oriental.

Kemudian menerima gelar pH.D pada tahun 1935 dengan disertasi yang diawasi langsung oleh Schaeder. Adapun tokoh-tokoh (guru) lainnya yang mempengaruhi pengembangan Rosenthal yaitu seperti Carl Becker (1876 - 1933), Richard Walzer ( 1900 - 1975 ), dan Hans Heinrich Schaefer (1896 - 1957 ).

Setelah itu, Rosenthal mengajar selama satu tahun di Florence dengan menjadi instruktur di Lehranstalt (sebelumnya Hochschule ) fur die Wissenschaft des Judentums, sebuah seminari kearabian di Berlin. Tepat pada tahun 1938 Rosenthal kemudian berhasil menyelesaikan studi tentang Sejarah dan Bahasa Arabnya, dan dianugerahi Medali dan Hadiah Lidzbarski dari Deutschaft. Uang hadiah yang seharusnya didapatkannya itu ternyata ditahan darinya karena dengan alasan dirinya adalah orang Yahudi, namun atas inisiatif Schaeder, ia kemudian diberikan medali emas untuk mengkompensasi kerugiannya.

Atas berkat pencapaiannya itu, Profesor Rosenthal akhirnya dikenal sebagai seorang sarjana yang produktif dan sangat berprestasi yang berkontribusi banyak pada pengembangan studi Kritis terkait sumber dalam bahasa Arab di AS. Dimana publikasi Monograf yang bersifat humor dan pengaruhnya terhadap penjelasan Islam dan terjemahan Muqaddimah dari Ibnu Khaldun ke Grammar of Biblical Aramaic. Untuk terjemahan Muqaddimahnya sendiri, Rosenthal pergi ke Istanbul untuk mempelajari manuskrip disana, di antaranya salinan bertanda tangan Ibnu Khaldun langsung. Dan tentang Sejarah Historiografi Muslim 1952 -nya adalah studi pertama tentang subjek yang sangat besar dalam karirnya.

Rosenthal juga banyak menulis tentang Peradaban Islam, termaksud di dalam bukunya yang berjudul. The Muslim Concept of Freedom, Wasiran Klasik dalam Islam, Ramuan Hashish versus Masyarakat Muslim Abad pertengahan, Perjudian dalam Islam, Tentang bunuh diri dalam Islam dan lebih manis dari harapan, dan Keluhan dan harapan dalam Islam Abad pertengahan.

Aspek terakhir dari minat Rosenthal dalam sejarah intelektual Islam abad pertengahan adalah sikapnya sendiri terhadap keilmuan dan pengetahuan. Dimana penyelidikan awal telah menjadikannya seorang yang memiliki banyak karya di antaranya yaitu The Technique and Approach of Muslim Scholarship ( 1947 ), kemudian knowledge in Medieval Islam ( 1970 ), juga sketsa Membuat Buku Tidak Ada Akhir, Pandangan Muslim Klasik ( 1995 ).

Nah secara garis besar dapat dilihat bahwa Rosenthal berperan penting terkait pengetahuan dalam Teologi Islam, Tasawuf, Filsafat, dan Pendidikan, pengetahuan masyarakat dan juga membuktikan bahwa dalam Islam, konsep pengetahuan menikmati kepentingan yang tak tertandingi dalam peradaban lain. Dan secara khusus Rosenthal adalah seorang yang bersikeras pada otonomi disiplinnya, baginya Studi Bahasa Arab dan Islam, sebenarnya memperingatkan agar tidak mencari perlindungan terjal di bawah sayap institusional sejarah atau ilmu agama. 

Bukti yang menunjukkan bahwa dirinya menjunjung tinggi kedisiplinan tertuang dalam salah satu karyanya yang dinikmati banyak orang, termasuk di Indonesia yakni Buku yang berjudul Etika Kesarjanaan Muslim. Dari Al-Farabi hingga Ibnu Khaldun atau The Technique and Approach of Muslim ( 1996 ).

Buku Etika Kesarjanaan Muslim ini tidak lain merupakan sumbangan penting dalam mengkaji Etos Keilmuan Intelektual Muslim abad ke 9 hingga abad ke -16. Sebab menurutnya, inilah periode keemasan Islam yang dimana melahirkan nama-nama filsuf besar seperti Al-Farabi, Fakhr Al-Din Razi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu- Khaldun l, dan beserta karya-karya ilmiah mereka yang mengagumkan. Dalam buku yang dituliskannya ini, Rosenthal juga menampilkan dengan cermat apa yang dalam istilah modern kini disebut sebagai Metode Penulisan Karya Ilmiah.

Di samping itu, Rosenthal juga memberikan gambaran akurat tentang sikap kaum Muslim terhadap masalah-masalah mendasar dalam kesarjanaan seperti cara Pengutipan, Penggunaan catatan kaki, Akurasi penerjemahan, dan Penyebutan sumber rujukan. Gaya penulisannya yang cerdas membuat buku Etika Kesarjanaan Muslim mampu menjelaskan Etos Ilmiah Muslim yang merupakan salah satu aspek yang selama ini belum mendapat perhatian yang layak dalam kajian keislaman.


Demikianlah penjelasan singkat tentang seorang Franz Rosenthal dan penguraian terkait karya-karya yang banyak serta melihat kontribusi yang ditorehkan Rosenthal dalam dunia Islam, terutama di bidang bahasa dan keilmuan Islam secara khusus.

Sumber https://www.atomenulis.com/